Featured Posts Coolbthemes

Web Development, Pengembang Web Dinamis dan Statis, Hub : 087789061666

Senin, 17 Oktober 2016

PERSELINGKUHAN DAN PELACURAN DEMOKRASI

OLEH : Yono Maulana S.Kom, MM, MPM® Masa Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kabupaten Brebes semakin dekat, aroma persiapan, pemilihan, strategi dan persaingan kian semakin terasa dan kentara. Tak terkecuali bagi pasangan inkumben yang sebelumnya sempat galau dan berencana maju dan unjuk diri masing-masing rupanya kembali harus berfikir matang dan kembali ke formasi sebelumnya, entah apa yang mendasari keputusan tersebut, apakah tidak percaya diri atau justeru sebaliknya merasa yakin dengan kekuatan yang sudah dibuktikan sebelumnya, tentunya dengan hasil pembangunan infrastuktur dan berbagai program keberhasilan lainnya yang mereka klaim. Sementara nama-nama lain yang sebelumnya dimunculkan dan sempat di branding di tiba-tiba hilang dan harus kembali ke formasi awal. Kesibukan tidak hanya terlihat pada pasangan inkumben namun juga terlihat pada pendatang baru, dikutip dari Tempo Online tanggal 22 september 2016 “kami menghadirkan calon alternative selain calon inkumben, yang bisa mengubah kondisi menjadi lebih baik”. Pendatang barupun merasa mampu tentunya dengan berbagai pengalaman termasuk pernah menjadi salah satu menteri di kabinet sebelumnya.
Jika tidak ada calon pasangan lain lagi, ajang pemilihan kepala daerah Kabupaten Brebes akan menjadi menarik, sengit dalam persaingan dan bahkan memungkinkan kearah kerawanan kemanan. Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi perselingkuhan Demokrasi dan Pelacuran Demokrasi Pilkada.
 Perselingkuhan Demokrasi
Jika melihat secara luas, Bukan sebuah hal yang mustahil bahkan sudah terpampang nyata, karena saat ini demokrasi banyak yang berkerjasama dengan pemodal, para pengusaha berusaha meloloskan jagoannya dengan berbagai cara dan dukungan penuh keuangan yang pada akhirnya mereka bisa membangun kerjasama yang sudah pasti menguntungkan mereka. Pada akhirnya akan melahirkan kesenjangan.
Perselingkuhan di level bawahpun juga terjadi, bagaimana tidak mereka menyatakan dukungan kepada calon A, kemudian datang tim sukses calon B menyatakan hal yang sama. Masyarakat rupanya terjebak dalam perasaan dan suasana nikmat sementara, terjebak dalam senyum manis nan rupawan yang menghiasi setiap tempat, lokasi, gedung bahkan di ladang-ladang mereka. Pertanyaannya adakah jaminan dari masyarakat untuk loyal terhadap pilihan mereka ? atau mereka ingin mencoba rasa baru. Hanya rakyat pemilih dan Tuhan yang tahu.
Pelacuran Demokrasi
Mungkin terkesan kasar kalimat Pelacuran Demokrasi diatas, namun ini adalah sebuah analogi dari penulis. Saat menjelang tiba waktu PILKADA pelacuran demokrasi juga terjadi hampir diseluruh daerah, diawal berusaha maju sebagai kepala daerah namun harus terhenti atau bahkan mengentikan niatnya, semua karena tawaran yang menggiurkan. Visi dan Misi untuk kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat bukan lagi sebuah pondasi, nilai-nilai dasar kebangsaan tidak lagi ditanamkan daam hati, melainkan bagaimana mengkayakan diri sendiri dengan cara cepat, jelas dan tanpa harus banyak menerima resiko.
Pada akhirnya sikap dan tindakan figure seperti ini akan dicontoh oleh rakyat, dan menumbuhkan pelacur-pelacur demokrasi baru, mereka yang pada awalnya bersuara lantang menyerukan keadilan dan kesejahteraan rakyat, menjadi korektif para pemegang kekuasaan tiba-tiba hilang terbawa hanyut oleh tawaran yang menggiurkan, terbuai dalam kesenangan, bergelimang uang. Bagi para pelacur demokrasi level bawah, Visi, Misi, Program Kerja, para calon kepala daerah bukanlah sebuah hal penting, bagi para pelacur demokrasi adalah suara mereka adalah uang, kecerdasan mereka adalah uang, akadmis mereka adalah uang, loyalitas mereka adalah uang. Tidak ada kesetiaan jika tidak ada uang. Sampai saat ini para kepala daerah masih beranggapan bahwa untuk memenangkan pertarungan politik di Indonesia dikendalikan oleh Uang.
 Jadilah Pelopor Demokrasi Yang Benar
Sebagai rakyat Indonesia, baik yang di tunjuk untuk mencalonkan jadi Kepala Daerah maupun Menjadi Rakyat sebagai pemilih jadilah pelopor Demokrasi Yang Benar. Pengertian pelopor demokrasi yang benar menurut penulis adalah mampu menjadi pribadi yang Taqwa, Kredibel dan Legal.
Yono Maulana S.Kom, MM, MPM®

Minggu, 18 September 2016

Ayo Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Semangat Pagi Indonesia

Tahukah anda bahwa ;
*70 juta orang meninggal* akibat kecelakaan motor
Dan
*9 juta orang meninggal* akibat kecelakaan mobil
Dan
*3 orang meninggal* dalam sehari akibat kecelakaan lalu lintas!
Lebih Besar dari angka kematian akibat narkoba!

Kita diam! Atau berbuat hal kecil untuk saling mengingatkan? 
*Jika anda peduli!  Ayo Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas*
Dengan cara isi form dibawah ini.

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfCvcZ4ovlmZlxcNaDerYcYrHGoAoaVNxdLyL5Xx8yCn9vM5g/viewform?c=0&w=1

Atau kunjungi website daac :
http://daihatsuaylaastracommunity.com/berita/2016/09/18/survey-indonesia-ayo-aman-berlalu-lintas/

Sebarluaskan ajakan ini bagi yang peduli keselamatan nyawa manusia!

Jumat, 08 Juli 2016

SMS GRATIS



Cara Membuat Widget SMS Gratis click here

Sabtu, 02 Juli 2016

INI DIA JALUR ALTERNATIF MUDIK KE SELATAN JAWA (Jogja-Solo)

HALO SAHABAT DAAC, bagi temen-temen yang mau mudik ke daerah Jogja, Solo, Kebumen, Cilacap dan sekitarnya jalur alternative mungkin bisa dijadikan pilihan. bagi sahabat yang dari jakarta, bisa keluar Tol Plumbuon untuk menghindari Macet, dan dilanjutkan dengan menggunakan jalur biasa via Pantura, kemudian, sebelum perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah, Yakni Losari, anda bisa belok kanan, pass di pertigaan ada Pos POlisi Losari Kulon. anda terus berjalan menuju selatan akan melalui rel kereta, dan akan sampai di Kecamatan Ciledug, dari ciledug anda akan ketemu pertigaan Jl Ciledug Ketanggungan, Belok Kiri mengarah ke Ketanggungan Jawa Tengah, ini jalan Provinsi. terus berjalanmenuju TImur, di perempatan lampu merah Yakni daerah Kecamatan Kersana Anda Belok Kanan, melalui rel kereta, Kecamatan yang akan anda lalui adalah ; Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Salem, dan Akhirnya akan ketemu dengan Pertigaan Majenang, anda tinggal belok kiri ikuti sepanjang bibir pantai… melalui jalur ini menurut perhyitungan google dengan kondisi jalan normal saja bisa menghemat waktu 1 jam.

KONDISI JALAN
untuk kondisi jalan alternative mulai dari Kecamatan Kersana jalan sudah Baik sudah di beton sampai ke Desa Bandung Sari. jalan lebar 6 meter. dari desa bandungsari anda akan melalui Gunung Lio, ini tanjakan dan belokannya sangat extrim. disarankan Mobil anda Prima dan memiliki CC yang cukup. Kondisi jalan baik namun sempit, hanya bisa untuk 2 kendaraan, di titik lokasi tertentu hanya bisa 1 mobil jadi harus gantian. namun apabila kendaraan anda cc rendah dan muatan mobil cukup banyak saran saya jangan melalui jalur ini. atau anda belum merasa yakin dengan kemampuan berkendara anda khususnya ditempat tanjakan dan kelokan labih baik urungkan.
setelah melalui gunung LIO mengarah ke Kecamatan Salem jalan sangat baik dan cukup lebar. hingga seterusnya. sebelum lebaran ini PU telah memaksimalkan pengerjaan jalur alternative ini. jadi bagi anda yang ingin melalui jalur alternative silahkan dan tetap berhati-hati.
PASTIKAN BAHAN BAKAR CUKUP
OYA satu lagi sebelum anda memasuki kawasan ini sebaiknya isi dulu bahan bakar yang full. karena setelah melalui Kecamatan Banjarharjo anda tidak akan menemukan POM BENSI hanya penjual ecceran sja. jadi anda bisa mengisi bahan bakar di Banjarharjo atau sebelumnya di CIledug.
berikut adalah petunjuk arah menggunakan Google Map :